MENGINTIP KEUNIKAN RUMAH ADAT MINANGKABAU: RUMAH GADANG Rumah Adat Minangkabau Rumah Gadang

MENGINTIP KEUNIKAN RUMAH ADAT MINANGKABAU: RUMAH GADANG

Siapa yang pernah melihat Rumah Gadang secara langsung? Tenang saja, melihat di TMII juga sama aja kok! Tak perlu jauh-jauh terbang ke Sumatera Barat untuk melihat rumah adat ini, di Jakarta pun alias di Taman Mini Indonesia Indah kamu bisa melihatnya, sekaligus juga melihat rumah adat Indonesia yang lainnya.

 

Jika kamu penasaran mengenai rumah adat yang satu ini, atau berencana mengunjunginya, kamu wajib membaca artikel ini terlebih dahulu. Di sini kamu akan menemukan informasi dan hal unik menarik lainnya seputar Rumah Gadang.  Apa sajakah itu? 

1. Konsep Rumah Gadang

Rumah Adat Minangkabau
Sumber Gambar: rupa-rupa.com.

Rumah gedang Sembilan ruang, sepuluh dengan pendapuran, sebelas dengan anjung tinggi, panjang yang tidak panjang benar, selajang kuda berlari, sekuat kuaran terbang, lumbung tiga sejajaran yang satu dibayau-bayau, yang satu sitinjau laut yang sebuah lagi si anggak lerok, kapuk gedang sela menyela dan sebagainya. (Parlindungan, 2017, h.23)

Kira-kira seperti itulah gambaran rumah adat Minangkabau yaitu Rumah Gadang dalam cerita klasik Minang, atau lebih tepatnya gambaran Rumah Gadang Putri Gondoriah di Tiku-Pariaman. Rumah Gadang biasanya memang panjang dan luas, tetapi yang dilukiskan itu hanya suatu kiasan saja.

 

Rumah Gadang merupakan seni budaya masyarakat Minangkabau yang memiliki ciri atap yang bergonjong-gonjong. Kemegahan dan keagungan rumah gadang termasuk ke dalam unsur cahayo Nagari atau cahaya negeri. Hal ini pantas disematkan karena keindahan Rumah Gadang menjadi kebanggaan masyarakat. 

 

Pada dasarnya, Rumah Gadang terdiri dari 2 jenis, yaitu Rumah Gadang Koto Piliang dan Rumah Gadang Bodi Caniago.

Rumah Adat
Rumah Gadang Jenis Koto Piliang (Sumber Gambar: Kompasiana.com)
Rumah Adat
Rumah Gadang Jenis Bodi Caniago (Sumber Gambar: Kompasiana.com)

Perbedaan di antara keduanya adalah Rumah Gadang Koto Piliang memiliki anjuang pada ujung kiri dan kanan serta lantainya bertingkat-tingkat, sedangkan Rumah Gadang Bodi Caniago tidak beranjuang di kedua ujungnya dan lantainya pun datar.

 

Rumah adat Sumatera Barat ini merupakan representasi kehidupan masyarakat Minangkabau, berupa pikiran dan perasaan yang saling mengisi dalam tindakan (ukua raso jo pareso), sehingga terjadi kesatuan antara logika dan estetika yang diaplikasikan oleh mereka dalam seni reka Rumah Gadang. (Marthala:2013)

 

Tata letak Rumah Gadang pun memiliki aturan tersendiri, yaitu mengarah dari timur (pangkal rumah) ke sebelah barat (ujung rumah). Hal ini melambangkan bahwa timur merupakan awal kehidupan dan barat merupakan akhir dari suatu perjalanan kehidupan. Lambang tersebut memberi pengharapan keberkahan dalam perjalanan hidup.


Dilansir dari arsitag.com unsur Rumah Gadang pada umumnya terdiri dari sebagai berikut:

  • Gonjong, struktur atap yang  berbentuk seperti tanduk.
  • Singkok, dinding segitiga yang terletak di bawah ujung gonjong.
  • Pereng, rak di bawah singkok.
  • Anjuang, lantai yang mengambang.
  • Dindiang ari, dinding pada bagian samping.
  • Dindiang tapi, dinding pada bagian depan dan belakang.
  • Papan banyak, fasad depan.
  • Papan sakapiang, rak di pinggiran rumah.
  • Salangko, dinding di ruang bawah tanah.

2. Fungsi Rumah Gadang

Rumah Adat
Sumber Gambar: Minangku.com

Selain berfungsi sebagai tempat tinggal, rupanya Rumah Gadang juga berfungsi untuk hal lain. Di antaranya sebagai tempat untuk merawat anggota keluarga yang sedang sakit, dan juga sebagai tempat menyelenggarakan berbagai upacara adat. Upacara adat yang dimaksud dapat berupa upacara kematian bagi anggota kaum. 

 

Rumah Gadang juga biasa dijadikan tempat melaksanakan mesyuarat (pertemuan) keluarga. Mesyuarat dilakukan jika terdapat permasalahan atau bahkan suatu keberuntungan yang sedang dihadapi keluarga.

 

Dengan kata lain, segala sesuatu yang menyangkut hubungan antara sesama anggota keluarga akan diselesaikan secara bersama-sama dalam pertemuan keluarga yang dilakukan di Rumah Gadang.

3. Representasi Kesetaraan Gender Pada Rumah Gadang

Rumah Adat
Sumber Gambar: zamane.id

Seperti yang kita ketahui, suku Minangkabau menganut adat matrilineal, yaitu mengatur alur keturunan dari pihak ibu. Oleh karena itu, Rumah Gadang dimiliki oleh ibu atau kaum perempuan. 

 

Biasanya Rumah Gadang ditinggali oleh beberapa keluarga. Keluarga yang mendiami Rumah Gadang bergantung pada keturunan perempuan dalam keluarga tersebut, yang berarti ketika anak-anak perempuan dalam keluarga tersebut  sudah dewasa dan menikah, mereka akan memboyong suaminya ke rumah keluarganya (Setyoningrum:2013).

 

Pola organisasi ruang Rumah Gadang membagi teritori perempuan dan laki-laki. Teritori perempuan terletak di bagian belakang dengan maksud lebih privat dan sakral, sedangkan laki-laki di bagian depan yang bersifat lebih publik.

 

Pola organisasi ruang tersebut menunjukkan bahwa privasi masing-masing tetap terjaga, mengingat dalam satu rumah terdapat beberapa keluarga yang tinggal. Pola ruang tersebut juga menunjukkan bahwa wanita memiliki kepiawaian mengerjakan peran-peran domestik baik dalam rumah tangga maupun dalam bagian internal.

Wah ternyata selain bentuknya yang unik, Rumah Gadang juga memiliki filosofi yang mendalam ya! Jadi bagaimana? Apakah setelah membaca artikel ini kamu tertarik untuk berkunjung ke Rumah Gadang?

TEMPAT WISATA ANTI MAINSTREAM :Tempat Wisata Paling Seram di Indonesia

Daftar Pustaka

 

Alfari,Shabrina. (2021). Rumah Gadang, Rumah Tradisional Minangkabau. Diakses pada 18 September 2021 dari www.arsitag.com/article/rumah-gadang-rumah-tradisional-minangkabau

 

Marthala, Agusti Efi. (2013). Rumah Gadang Kajian Filosofi Arsitektur Minangkabau. Bandung: Humaniora. 

 

Parlindungan, Togar. (2017). Fungsi dan Filosofi Rumah Gadang Sebagai Sarana Komunikasi Antar Warga. (Skripsi, Universitas Medan Area, 2017). Diakses dari googlescholar.co

 

Setyoningrum, Yunita. (2013). Mempertanyakan Kesetaraan Gender: Bercermin Pada Ruang Hunian Tradisional Indonesia (Studi Kasus: Rumah Gadang Minangkabau). Bandung: Academia.

 

9 Macam-macam Rumah Adat Paling Populer di Indonesia Beserta Asal Daerahnya. Klik Disini!

Leave a Reply