PAHLAWAN NASIONAL WANITA YANG WAJIB KAMU KETAHUI

PAHLAWAN NASIONAL WANITA YANG WAJIB KAMU KETAHUI

Dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia tidak hanya kaum pria saja yang turun tangan, banyak di antaranya adalah pejuang dari kaum wanita. Para pejuang wanita tersebut dikenal sebagai “Pahlawan Nasional”.

Di balik sosok lembut seorang wanita, rupanya wanita juga bisa menjadi sosok yang gagah dan berani, bahkan hingga turun ke medan perang. Rupanya terlahir sebagai seorang wanita bukan berarti menjadi pribadi yang lemah. Para pahlawan Indonesia ini adalah bukti bahwa kaum hawa bisa punya peran sedemikian besar.

Berkat jasa-jasa mereka, Indonesia bisa seperti sekarang. Mereka adalah pahlawan wanita yang masih menginspirasi masyarakat hingga saat ini. Lantas, siapa sajakah mereka?

1. Cut Nyak Dhien

Pahlawan Nasional Wanita
Sumber Gambar: Mancode.id

Cut Nyak Dhien adalah pejuang negara wanita  yang berasal dari ujung pulau Sumatera, yaitu Aceh. Ia memiliki andil dalam membebaskan Indonesia dari agresi asing.

 

Titik awal yang mengantarkan Cut Nyak Dhien terjun ke medan perang adalah ketika  suaminya tewas di tangan Belanda. Hal itu membuatnya benci teramat sangat terhadap Belanda.

 

Ia  berjanji hanya akan menikah lagi dengan pria yang bisa membantunya menuntut bela atas kematian suaminya. Hingga akhirnya ia dipinang oleh Teuku Umar seorang pejuang  yang berjiwa gigih dan keras. 

 

Sejak saat itu, ia turut terjun ke medan perang dan berjuang bersama suaminya. Pernikahan tersebut ibarat bersatunya dua ksatria yang mengobarkan semangat rakyat Aceh. 

 

Meskipun pada akhirnya Teuku Umar pun berakhir sama seperti suaminya yang pertama, yaitu tewas ketika berjuang melawan Belanda.

 

Atas perjuangannya, akhirnya pada 2 Mei 1964, surat keputusan presiden RI menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional. Cut Nyak Dhien meninggal pada tahun 1908 setelah diasingkan oleh Belanda selama 1 tahun.

Selain ibu Cut Nyak Dhien, ini dia Pahlawan Indonesia yang berasal dari Aceh. Siapa saja mereka? Baca di : Pahlawan Wanita Indonesia yang berasal dari Aceh

2. Raden Ajeng Kartini

Pahlawan Nasional Wanita
Sumber Gambar: Manado.tribunnews.com

Pahlawan Indonesia yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi ditelinga banyak orang. Seorang pejuang yang mengangkat hak dan derajat wanita, sehingga setara dengan kaum pria dan berhak mendapat pendidikan yang sama.

 

Ya, ia adalah Raden Ajeng Kartini. Wanita yang lahir di Jepara ini memang dikenal sebagai pejuang emansipasi wanita, khususnya dalam dunia pendidikan.

 

Perjuangannya dibuktikan dengan mendirikan “Sekolah Gadis” di Jepara, yang ditujukan bagi para perempuan. Ia juga menerbitkan buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang berisi surat-surat terhadap sahabatnya, sekaligus menjadi bukti sejarah perjuangan R.A Kartini. 

 

Berkat jasanya, pandangan terhadap wanita di Indonesia pun berubah. Jika dulu wanita selalu dianggap sebagai orang yang hanya bisa bekerja di dapur, kini wanita juga punya peran penting dalam peradaban Indonesia. 

 

Ia meyakini, bahwa hanya dengan pendidikanlah derajat kaum wanita bisa diangkat dan menyadarkan masyarakat pentingnya peran wanita dalam peradaban bangsa Indonesia. (Hudaidah,2021)

 

R.A Kartini meninggal pada tahun 1904 di usia yang masih muda (25 tahun). Ia meninggal setelah melahirkan karena Preeklampsia.

 

Meskipun begitu, ia telah mewariskan sikap kemandirian dan pantang menyerah, khususnya bagi kaum wanita.

3. Martha Christina Tiahahu

Pahlawan Nasional Wanita
Sumber Gambar: klubwanita.com

Martha Christina Tiahahu adalah pejuang negara yang berasal dari Maluku. Ia lahir pada tahun 1800 dari pasangan putri Paulus Tiahahu dan Sina.

 

Ia memiliki rasa dendam yang teramat  terhadap Belanda. Hal ini karena sejak kecil ia menyaksikan bagaimana Belanda menguasai dan mengambil kekayaan rempah-rempah yang ada di daerah tempat ia lahir. 

 

Kepergian ibunya ketika  ia masih balita membuatnya sangat dekat dengan sang ayah (Paulus Tiahahu). Yang kemudian bersama ayahnya pula kisah perjuangan Martha Christina Tiahahu dalam membela daerah dan tanah airnya dimulai.

 

Pada 14 Mei 1817, di saat usianya baru menginjak 17 tahun ia ditetapkan sebagai salah satu pemimpin pasukan bersama Kapitan Abubu, Kapitan Paulus Tiahahu, dan beberapa pemimpin yang lain. (Putri,2009, h.6) 

 

Pasukan perjuangan tersebut di bawah komando Kapitan Pattimura. Pasukan tersebut berjuang ketika terjadi pertempuran hebat Pada 16 Mei 1817. Mereka menyerbu Benteng Duurstede, dan berusaha merebut  benteng Beverwijk yang terletak di Negeri Sila.

 

Akhirnya benteng Beverwijk pun berhasil diambil kembali oleh pasukan Indonesia, walaupun selanjutnya benteng tersebut diambil alih kembali oleh Belanda.

 

Sejarah perjuangan Martha Christina Tiahahu terhadap negeri ini pun cukup banyak. Hingga akhirnya, pada tahun 1818 ia menghembuskan nafas terakhirnya di kapal Eversten.

Itulah beberapa pahlawan wanita yang berjasa bagi Indonesia. Sebenarnya masih banyak lagi pahlawan-pahlawan perempuan di Indonesia yang memiliki andil besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Di zaman sekarang kita patut meneladani sifat-sifat yang ada pada Pahlawan Indonesia. Yuk Simak 6 Sifat Teladan Kartini

Referensi

 

Hudaidah, Nur A.S. (2021). PEMIKIRAN R.A. KARTINI UNTUK RELEVANSI PENDIDIKAN KHUSUSNYA PADA KAUM WANITA DI INDONESIA. Jurnal Studi Islam, 22(1), 119-122.

 

Kumalasari, Rani. (2016). PEREMPUAN ACEH DALAM POLITIK: KAJIAN KEGIGIHAN PERJUANGAN CUT NYAK DHIEN DALAM MELAWAN  PENJAJAHAN BELANDA. Jurnal Agama dan Sosial Humaniora, 4 (1).

 

Putri, Dwi Yola. (2019). Informasi Kisah Martha Christina Tiahahu Melalui Media Komik Digital. (Skripsi, Universitas Komputer Indonesia, 2019). Diakses dari https://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/2131/

 

Leave a Reply