Mengenal Indonesia

Optimalisasi potensi objek wisata daerah melalui komunitas fotografi media sosial

Share this :

Sumber Foto : Luis Quintero

Halo, Sobat MI!


Pernah ngga, sih, kepikiran kalau pariwisata di Indonesia memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan dengan pariwisata di negara lainnya, namun jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia terbilang kurang memuaskan?

 

Wisatawan mancanegara seringkali hanya mengunjungi beberapa objek wisata yang sudah well-known, sehingga objek-objek wisata di daerah belum dikenal secara menyeluruh oleh sebagian besar wisatawan. Nah, apakah kamu sendiri sudah menyadari besarnya potensi wisata Indonesia?

 

Apa yang akan kamu lakukan untuk mengangkat destinasi wisata daerah agar dapat lebih dikenal oleh wisatawan mancanegara?

 

Yuk, kita bahas pertanyaan-pertanyaan tersebut satu persatu!


Pariwisata di Indonesia terbilang cukup potensial karena selain memiliki daerah yang luas, Indonesia juga memiliki potensi alam yang dapat dimanfaatkan sebagai destinasi wisata bagi masyarakat dalam negeri maupun luar negeri. Berdasarkan data yang terdaftar dalam Badan Pusat Statistik, Indonesia memiliki 34 provinsi dan 514 kabupaten maupun kota. Hal ini menjadikan Indonesia memiliki tujuan wisata yang tidak monoton karena setiap daerah di Indonesia setidaknya memiliki lebih dari satu tempat wisata yang mampu memanjakan para wisatawan dari luar negeri maupun wisatawan dalam negeri. 


Tempat wisata daerah memiliki keunggulan tersendiri karena tempat serta fasilitasnya masih alami dan belum direnovasi sehingga wisatawan dapat merasakan keaslian dan kealamian dari daerah tersebut. Adapula keramahan penduduk sekitar yang mampu menambah esensi kekeluargaan dan kekerabatan karena pada dasarnya berwisata bukanlah soal upaya menghilangkan penat namun juga jalan untuk mempererat rasa kebhinekaan yang harus disatukan.


Akan tetapi, pembangunan dan pemeliharaan tempat wisata di Indonesia dirasa belum merata dan dianggap kurang tepat. Kurangnya pengoptimalan tempat wisata daerah yang tidak menjadi ikon suatu kabupaten maupun kota menjadikan tempat wisata tersebut stuck bahkan berhenti beroperasi. Selain itu, kurangnya perhatian dan kedisiplinan dari wisatawan maupun masyarakat sekitar menjadikan tempat wisata tersebut rusak dan tidak terawat dengan baik.


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemalang, Sapardi, menjelaskan bahwa Pantai Widuri sebagai ikon pariwisata Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, telah tercemar sampah organik dan non-organik yang berimbas pada penumpukan sampah di lingkungan sekitar pantai. Hal ini juga terjadi di kabupaten maupun kota yang tersebar di seluruh Indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh dari travelidntimes.com, dalam kurung waktu tahun 2015-2016, terdapat sekitar 13 tempat wisata rusak yang diakibatkan oleh pengunjung dan masyarakat sekitar. Seperti contohnya, Jembatan Gantung Hutan di Kota Langsa, Aceh, yang putus karena kelebihan muatan. Para wisatawan tidak menaati peraturan mengenai kapasitas jembatan yang hanya dimaksimalkan bagi 40 orang. Rusaknya jembatan tersebut juga menimbulkan kerugian bagi wisatawan yang menjadi korban jatuhnya Jembatan Gantung Hutan. Oleh karena itu, pemerintah daerah setempat menegaskan kepada wisatawan untuk disiplin dalam menaati peraturan yang berlaku.


Beralih ke pembahasan selanjutnya, upaya yang dapat dilakukan dalam mengoptimalkan tempat wisata daerah, salah satunya dengan membentuk komunitas fotografi yang terhubung melalui media sosial. Komunitas fotografi ini diharapkan mampu memberikan citra menarik bagi masyarakat luar daerah yang belum mengetahui tempat wisata yang kurang banyak diketahui oleh masyarakat pada umumnya. Komunitas fotografi ini juga tidak hanya diarahkan untuk mempromosikan tempat wisata tersebut melalui suatu bingkain foto, akan tetapi komunitas ini juga menjadi wadah atau sumber informasi wisatawan lokal maupun mancanegara.

About Post Author

Leave a Comment

Education Template