THE INCREDIBLE OF TORAJA

THE INCREDIBLE OF TORAJA

      Sulawesi tidak hanya tentang Coto makassar dan Pantai Losari saja ,Meskipun baru 2 kali menginjakan kaki di Tanah Sulawesi, tetapi rasannya nyaman sekali. Tapi kali ini saya ingin mencoba mengeksplor Sulawesi Selatan yang sedikit berbeda, tidak ada hirup kikuk kota makassar yang ramai, saya pun menyempatkan diri untuk lebih mengeksplor Sulawesi bagian selatan yaitu ke Tana Toraja dengan solo trip. Tana Toraja atau warga lokal kerap menyebutnya Tator, terletak sekitar 320 km dari Makassar. Butuh waktu sekitar 8 jam di Makassar untuk sampai di Tana Toraja.

1. Transportasi ke Tana Toraja

        Perjalanan ke Tana Toraja sangat mengesankan karena melewati pegunungan. Banyak sekali transportasi umum ke Toraja salah satunya bus! Saya berangkat dari Makassar ke Toraja pada malam hari mengunakan bus primadonanya. Primadona seperti namanya, bus ini sangat menjadi primadona bagi orang –orang yang mau ke Toraja, karena banyaknya tipe kelas yang disuguhkan, menjadikan bus ini sebagai rujukan orang yang akan ke Toraja. Harganya mulai dari kelas ekonomi sekitar 100.000 sampai 350.000 untuk kelas Super Eksekutif bus doble dacker, bus ini start dari makassar sekitar pukul 21.00 WITA dan sampai di Rantepao ibu kota Toraja sekitar pukul 05.00 WITA. Tiket ini dapat dibeli online lewat di http://primadonabus.com/.

2. Penginapan di Toraja

      Tujuan pertama dari perjalanan ke Tana Toraja saya ini adalah “mematahkan persepsi kalau makam di toraja itu menyeramkan, Sesampainya saya di Rantepao saya langsung ke penginapan untuk menaruh tas ransel dan bersih-bersih diri sebelum mengeksplor Toraja. Saya sangat beruntung bisa ke Toraja kali ini karena adanya temen yang memiliki teman asli Toraja dan kebetulan rumahnya di jadikan penginapan bagi turis-turis yang akan tinggal Sentara di Toraja. Saya bisa langsung merasakan suasana dan budaya mereka yang unik. Setelah berkomunikasi dengan Meyske, pemilik Ne’ Pakku Manja Family House, dan memastikan saya bakal tinggal semalam di tempatnya, beliau pun memberikan koordinat rumahnya. Penginapan ini dapat dipesan melalui Airbnb. Berikut link alamat penginapan tersebut:

3. Pemakaman Khas Toraja

Singkirkan Prasangkamu Bahwa Pemakaman Itu Pasti Menyeramkan. Kuburan-Kuburan di Tana Toraja Justru Membuat Banyak Wisatawan Penasaran

A. Londa : Pemakaman Khusus Bangsawan

     Londa merupakan sebuah komplek pemakamam di tebing batu yang dikhususkan bagi warga Tana Toraja yang bergelar bangsawan atau yang memiliki harta berlebih. Tana Toraja memang terkenal dengan proses pemakaman adat dari kerabat ataupun keluarganya. Dalam sebuah upacara pemakaman adat, umumnya dana yang dihabiskan melebihi biaya dari pesta perkawinan secara adat untuk warga yang bergelar bangsawan dan masih menganut kepercayaan adat. Tak mengherankan jika ada upacara pemakaman secara adat akan menjadi suatu acara yang sangat menarik dan banyak turis yang datang.

  Untuk masuk ke komplek pemakaman, harus melalui anak tangga yang tidak terlalu melelahkan. Namun untuk wisatawan yang sudah berumur tentu akan cukup menantang. Pada saat tiba di dalam komplek, tampak dua gua yang bisa dimasuki dan deretan patung-patung kayu yang dipahat menyerupai wajah atau karakter mayat yang di makamkan. Warga sekitar menyebutnya dengan sebutan tau-tau.

    Jika ingin masuk ke dalam gua disarankan untuk menyewa tour guide supaya bisa menjelaskan apa, siapa, dimana, mengapa, dan apa yang menarik tentang makam tersebut. Menurut dari info yang saya dengar, untuk memasang tau-tau di komplek pemakaman membutuhkan biaya seharga minimal 12 kerbau. Itulah mengapa hanya yang bergelar bangsawan atau yang memiliki harta berlebih dan yang masih menganut kepercayaan adat yang bisa dimakamkan di komplek pemakaman ini.

 Satu hal yang menarik bagi saya adalah bahan-bahan yang dipakai untuk mengawetkan mayat. Info yang saya dapat, bahan-bahan terbuat dari bahan-bahan herbal, namun komposisi dan jenisnya sudah tidak ada yang tahu bagaimana membuatnya. Pemakaman tersebut tidak hanya di Londa saja, namun masih ada komplek pemakaman yang tersebar di beberapa daerah lainnya di Tana Toraja.

Beberapa tips untuk pergi berwisata ke Londa, makam atau masuk ke dalam gua:

1. Sewalah tour guide. Harga sebernanya bebas, tapi karena memakai lampu pijar dan dikelola warga biasanya RP. 50.000 per tour guide.

2. Siapkan fisik dan alas kaki yang baik karena akan menjelajah gua, walaupun hanya sekitar 50 meter namun jalanan licik dan naik turun.

3. Pakailah masker.

4. Tetap menghormati makam dan adat istiadat setempat. Jangan mengambil ataupun memindahkan apapun di dalam gua dan di komplek makam. Alasan ini juga menyebabkan saya tidak mengambil gambar di dalam gua ( atau karena takut ya ? ) hehehe.

                             

B. Penguburan Bayi Suci di Pohon

      Jika makam untuk dewasa ada di Londa, maka untuk makam bayi ada di Kambira. Hanya bayi yang dianggap suci yang dimakamkan di sini, yaitu bayi yang belum ada gigi, masih menyusui, dan belum bisa berjalan. Bedanya dengan makam yang ada di Londa, makam ini adalah sebuah pohon. Warga sekitar menyebutnya pohon taara’, pohon ini memiliki getah yang menurut adat adalah sebagai pengganti susu ibu untuk si bayi di alam berikutnya. Pada makam ini, jenazah bayi dimasukan ke dalam lubang yang dibuat pada batang pohon, kemudian di tutup dengan bahan ijuk. Menurut teman saya, belum ada lagi bayi yang dimakamkan melalui upacara adat ini. Pohon taara’ ini berada di tengah-tengah pohon bambu, sehingga pohon yang dijadikan makam ini tidak terkesan sebagai makam, hanya sebuah pohon tua yang tumbang karena terkena petir.

C. Kete Kesu, Makam Wisata yang Penuh dengan Keagungan Leluhur Masuarakat Toraja

    Keberagaman budaya di Indonesia menjadi magnet yang membuat kultur setiap daerah menarik untuk ditelusuri. Salah satu contoh kekayaan budaya terdapat di Toraja dan bisa kita lihat saat mengunjungi objek wisata di sana yang bernama Kete Kesu. Dari Rantepao, objek wisata ini berjarak sekitar 5 KM. Sementara jika kamu menuju tempat ini dari Makale, maka jaraknya adalah 14 KM. Di sini kamu bisa melihat rumah adat masyarakat Toraja, seni pahat, dan bambu ukir yang menjadi highlight kerajinan tangan masyarakat setempat. Di tempat ini pula kamu bisa melihat Tongkonan, rumah adat asli Toraja. Dengan latar belakang pengunungan dan persawahan yang mengelilingi objek wisata ini, Kete Kesu terlihat begitu cantik. Harga tiket masuk objek wisata ini pun terlalu murah: hanya sebesar Rp 5.000.

D. Loko Mata: Pemakaman Batu Zaman Sekarang

     Loka Mata merupakan salah satu objek wisata yang berupa batu besar yang berisi mayat. Tempat ini menjadi satu tempat penyimpanan mayat masyarakat Toraja sejak jaman dahulu kala. Adat istiadat masyarakat Toraja ini memang terbilang unik. Biasanya mayat selalu dikuburkan. Namun saat anda berkunjung, di sana akan menemukan sebuah kuburan batu Loko Mata diisi dengan banyak mayat. Ada banyak lubang pada batu besar tersebut, yang mana setiap lubang batu itu berisi lebih dari satu mayat. Mayat dalam satu lubang tersebut masih memiliki hubungan keluarga.

 

4. Menikmati Wisata Segar Tana Toraja

A. Wisata Batutumonga Tempat Merasakan Indahnya Toraja dari Puncak

   Batutumongga berada di Toraja Utara yang terkenal dengan udara dinginnya, disana kita bisa merasakan dinginnya Toraja sembari menikmati Toraja di atas ketinggian. Batutumonga yang berjarak kurang lebih 30 KM dari pusat kota Rantepao sangat sayang untuk dilewati. Banyak wisatawan yang datang ke sana bertujuan untuk memandang keelokan matahari terbit dari atas bukit sambil menikmati semangkok bakso dan teh hangat. 

B. Situs Megalitikum Bori' yang Sukses Membuat Banyak Orang Berdecak Kagum

Keunikan wisata Toraja ternyata masih banyak jumlahnya. Salah satu yang wajib dikunjungi adalah situs megalitikum yang terdapat di daerah Bori’. Konon katanya untuk menarik batu-batu dengan tinggi menjulang tersebut dibutuhkan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu dengan bantuan ratusan tenaga para lelaki. Batu-batu ini ditujukan untuk upacara adat kematian masyarakat Toraja. Agar bisa dapat masuk ke objek wisata ini kamu harus membayar tiket masuk. Tidak mahal kok, cukup sebesar Rp 10.000.

C. Bukit Buntu Burake di Tana Toraja, Terdapat Patung Yesus Kristus di Atas Bukit

Bukit Buntu Burake merupakan tempat yang wajib bagi wisatawan yang menyukai pemandangan pegunungan dan aktivitas hiking. Saat mengunjungi Tana Toraja, anda harus mampir di lokasi ini. Jaraknya hanya 5 km dari Makale. Tempat terbaik untuk disaksikan adalah Patung Yesus yang ukurannya sangat besar. Rute menuju patung itu nyaman dan lebar. Begitu sampai di bukit, ada area parkir yang luas. Anda bisa memarkir kendaraan dengan nyaman di sana. Selain itu, bukit ini terletak pada lokasi yang strategis.

5. Mayoritas Masyarakat Toraja Adalah Non-Muslim, Jadi Kamu yang Beragama Islam Sebaiknya Selektif Dalam Memilih Makanan

         Mayoritas penduduk Toraja beragama non-muslim, sehinggga tidak heran jika selama berkeliling toraja sering sekali melihat plang rumah makan yang bertuliskan “olahan babi”. Maka dari itu beberapa makanan khas di sana berasal dari daging babi. Namun kamu tak perlu khawatir dengan masalah ini karena sekarang, di sana ada banyak restoran umum yang menjual makanan halal. Umumnnya ada di daerah sekitaran masjid besar di Rantepao atau Makale. Harga per sekali makan umumnya dihargai sekitar Rp 20.000 – Rp 25.000.

7 thoughts on “THE INCREDIBLE OF TORAJA

Leave a Reply