Mengenal Indonesia

Ekspresi Melalui Tulisan

Mengulik “The Real Indonesian Aquaman”

Sumber Foto : superadventure.co.id

      Sebagian besar orang hanya mampu menahan napas beberapa detik di dalam air, namun berbeda dengan mereka (Suku Bajo) yang mampu menahan napas hingga 13 menit di kedalaman 200 kaki di bawah permukaan air. Suku Bajo merupakan suku yang terkenal sebagai suku yang hidup secara nomaden di sekitar laut antara Indonesia dan Filipina. Namun seiring perkembangan zaman, beberapa dari mereka memutuskan untuk mulai hidup dan tinggal menetap di suatu tempat tertentu. Salah satu tempat tersebut adalah di pesisir Konawe, Sulawesi Tenggara.

      Mereka memiliki kebiasaan bermukim yang unik, yakni tinggal di rumah-rumah panggung diatas permukaan laut. Rumah panggung tersebut merupakan rumah tradisional yang bersifat non-permanen, dengan dinding rumah terbuat dari daun rumbia dan kelapa. Lantai rumah penduduk Suku Bajo seluruhnya terbuat dari bahan papan kayu bakau yang disusun sedemikian rupa sehingga kokoh untuk dipijak. Begitu juga dengan tiang rumah mereka yang terbuat dari kayu bakau yang menancap ke dalam dasar laut. Tiang penopang yang tersebut berada pada ketinggian 4 meter (tinggi tiang penopang dari dasar laut hingga ke lantai rumah).

      Selain tempat tinggal yang unik, suku yang terkenal ramah dan terbuka bagi orang luar memiliki kebiasaan-kebiasaan unik yang tentunya erat berkaitan dengan laut. Mulai dari mata pencaharian, masakan sehari-hari, ritual budaya, dan lainnya. Papi dan kampilleh merupakan salah satu bentuk makanan lokal suku bajo yang berbahan dasar dari hasil laut segar yang dikonsumsi dalam keadaan masih mentah. Hal ini bagi sebagian orang tidaklah lazim ditemui kecuali oleh Suku Bajo.

      Selain keunikan dalam penyajian makanan, suku bajo juga memiliki keragaman dalam ritual budaya. Ritual budaya yang memberikan kesan unik memberikan ciri khas disetiap kelompok masyarakat. Suku Bajo pun memiliki keunikan khas seperti ritual yang dilakukan kepada setiap anak yang baru lahir tepatnya 3 hari setelah lahir yaitu dengan menceburkan anak tersebut kedalam laut yang dilakukan oleh Kalo (pemimpin ritual Sandro bayi ).

      Sehingga tidak heran anak-anak suku Bajo begitu akrab dengan laut. Seiring berjalannya waktu, seleksi alam akan membuat orang-orang Bajo mengembangkan keunggulan genetisnya. Wahh, jadi bukan gak mungkin kedepannya mereka bakal dijulukin The Real Aquaman from Indonesia. Siapa nih yang pengen belajar menyelam layaknya Suku Bajo?.