Mengenal Indonesia

Ekspresi Melalui Tulisan

Mengulik “Harta Karun di Lereng Gunung Merapi”

Sumber Foto : Hanifah Fadhila

      Di Indonesia ketika berbicara tentang pendidikan, masih banyak daerah yang dikategorikan belum layak dan minim baik dari segi kualitas maupun kuantitas seperti terbatasnya akses menuju sekolah, kurangnya tenaga pengajar, minimnya bahan bacaan, dan faktor lain yang mengakibatkan terhambatnya perkembangan belajar siswa. Selain itu, dalam sistem pendidikan hal yang perlu diperhatikan adalah bahan ajar yang diberikan kepada siswa. Sistem pendidikan tidak hanya fokus terhadap tahap pengujian yang didominasi oleh pendidikan akademik yang didasari pada meringkas, mendikte dan menghafal. Dibandingkan menanam pemahaman kepada siswa. Padahal, pemahaman konsep yang baik dengan metode pembelajaran yang tidak monojol, akan meningkatkan daya pikir siswa dan menjadikannya paham akan sebuah pelajaran dalam cakupan luas (E. D Hirsch, 2016).

 

      Banyak sekolah yang masih menerapkan metode pembelajaran monoton kepada siswanya sehingga mengakibatkan terhambatnya tumbuh kembang dan nalar siswa. Salah satu sekolah yang masih kurang mumpuni yakni SD Negeri Srunen. Sekolah ini berlokasi di Dusun Srunen yang terletak di dekat Gunung Merapi dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah. SD Negeri Srunen memiliki akses yang jauh dari perkotaan dan termasuk daerah zona rawan bencana. Dekatnya lokasi sekolah dengan puncak Gunung Merapi menjadikan sekolah ini menjadi Sekolah Siaga Bencana (SBB). Hal ini membuat para siswa tidak mendapatkan banyak akses untuk mengembangkan kreativitas yang mereka miliki.

 

      Selain akses, terdapat faktor yang menjadi penyebab terhalangnya perkembangan pendidikan di sekolah ini, yaitu kurangnya pendidikan kreativitas. Kurangnya kreativitas murid disebabkan karena terbatasnya fasilitas maupun sumber daya manusia serta metode pembelajaran yang monoton. Metode pembelajaran yang masih monoton dsebabkan karena sekolah ini kesulitan dalam mendapatkan ide baru dan inovasi. Melihat dari kondisi itu maka dibutuhkan sebuah metode yang dapat meningkatkan kreativitas siswa.

 

      Dengan adanya kepedulian terhadap permasalahan yang ada, beberapa orang seperti Sindy Pramesti, Hafaz Gita Kencana, Endang Ayu Fitriya, Goldenny Glorius dan Hanifah Fadhila menciptakan Treasure BookTreasure book merupakan salah satu metode yang ditawarkan untuk meningkatkan kreativitas bagi anak-anak Sekolah Dasar. Metode tersebut merupakan metode pembelajaran praktis yang mana siswa akan dilatih bagaimana skill of thinking, entrepreneurship, leadership, communication skill dan lain-lain. Diharapkan dengan diterapkannya metode belajar treasure book, siswa-siswi dapat melakukan pembelajaran secara terarah, menyeluruh dan mengasyikan sehingga menjadi lulusan yang memiliki kreativitas tinggi.

 

      Dengan inovasi metode pembelajaran treasure book yang mereka ciptakan itu, mereka berhasil mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tahun 2020 dengan judul PKM “Treasure Book Sebagai Upaya Peningkatan Kreativitas Siswa SD Negeri Srunen”.