Mengenal Indonesia

tokoh pers

Ini Dia 5 Tokoh Pers Paling Berpengaruh di Indonesia

Share this :

Halo Sobat MI! Kamu tahu ga sih kalau pers di Indonesia sudah berkembang sejak zaman Hindia-Belanda lho! Yap, ternyata Indonesia memiliki banyak tokoh pers yang ga kalah keren dengan jurnalis di luar negeri. 

Ga hanya itu, sejak pers dikenalkan di Indonesia, ternyata masyarakat zaman tersebut begitu menggandrungi media komunikasi satu ini. Meksipun pers juga mengalami fase naik dan turun seiring pergantian pemimpin, tetapi sampai saat ini pers masih menjadi media komunikasi yang tak pernah mati. 

Kali ini penulis ingin membagikan kepadamu beberapa tokoh pers di Indonesia yang bisa dibilang menjadi pelopor pers juga Sobat. So, yuk langsung simak ulasannya di bawah ini ya!

1. Tirto Adhi Soerjo

tokoh pers
Sumber: wikipedia

Tokoh pers yang pertama adalah Tirto Adhi Soerjo atau Raden Mas Djokomono. Sejarah mencatat bahwa Tirto Adhi merupakan tokoh perintis surat kabar, berita, dan kewartawanan di Indonesia. 

Beliau menerbitkan surat kabar yang dahulu sangat terkenal dan dibaca oleh kalangan intelektual Indonesia. Mulai dari Soenda Berita (1903-1905), Medan Prijaji (1907), dan Putri Hindia (1908). Selain itu, dalam mengembangkan surat kabarnya, Tirto Adhi selalu merekrut jurnalis dan pekerja pribumi Indonesia asli. 

Tidak hanya berperan dalam perkembangan surat kabar, Tirto Adhi juga menjadi salah satu pendiri Sarikat Dagang Islam dan menjadi tokoh Kebangkitan Nasional Indonesia. 

Baca Juga: Kiprah AJI dalam Sejarah Jurnalis Indonesia

2. Rohana Kudus

tokoh pers
Sumber: wikipedia

Rohana Kudus atau Roehana Koeddoes (dalam ejaan lama) merupakan tokoh pers perempuan pertama di Indonesia. Perempuan kelahran 20 Desember 1884 ini bekerja menjadi wartawati sekaligus pendiri dari Surat Kabar Sunting Melayu. 

Rohana sendiri hidup di zaman yang sama dengan Kartini, yakni saat akses belajar untuk perempuan sangat susah didapatkan. Namun, semangatnya untuk belajar dan memajukan pendidikan untuk perempuan tidak pernah padam. 

Pada tahun 1912, Rohana menjadi pemimpin redaksi untuk Surat Kabar Sunting Melayu. Surat kabar ini berorientasi khusus mengenai perempuan dan berusaha memajukan pendidikan bagi kaum perempuan. 

Dalam sejarah, Sunting Melayu tercatat sebagai surat kabar Indonesia pertama yang mengangkat tema mengenai perempuan, dengan pemimpin redaksi sampai penulisnya yang merupakan perempuan.

3. Rosihan Anwar

tokoh pers
Sumber: wikipedia

Tokoh pers berikutnya adalah Rosihan Anwar. Beliau tidak hanya memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan pers di Indonesia, melainkan juga menjadi seorang budayawan dan sejarawan terkenal asal Indonesia. 

Rosihan Anwar memulai karier jurnalistiknya sebagai reporter untuk Surat Kabar Asia Raya di tahun 1943 hingga menjadi seorang pemimpin redaksi Siasat di tahun 1947 dan majalah pedoman di tahun 1948. 

Beliau merupakan seseorang yang cukup vokal dalam menyuarakan kemerdekaan dan keadilan bagi masyarakat Indonesia. Salah satu jasa Rosihan Anwar yang tak terlupakan ialah mendirikan Persatuan Wartawan Indonesia di Surakarta pada tahun 1946.

4. Ani Idrus

tokoh pers
Sumber: mainmain.id

Tokoh pers perempuan asal Indonesia lainnya ialah Ani Idrus. Beliau lahir pada tanggal 25 November 1918 dan memilih karier sebagai wartawati sepanjang hidupnya. Bersama sang suami, Mohammad Said, Ani Idrus mendirikan Harian Waspada pada tahun 1947.

Sebelumnya, di tahun 1930, Ani Idrus sudah bekerja sebagai seorang wartawan untuk majalah Panji Pustaka Jakarta. 6 tahun berselang, beliau bekerja sebagai penulis untuk Sinar Deli Medan dan Majalah Politik Penyedar. 

Sebagai seorang wartawati senior, Ani Idrus juga turut campur tangan dalam pendirian Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan juga menjadi pengurus PWI cabang Medan, Sumatera Utara. 

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Mengenai Jurnalisme Kepiting dan Asal Mula Koran Kompas

5. Jakob Oetama

tokoh pers
Sumber: wikipedia

Terakhir ada Jakob Oetama sebagai salah satu tokoh pers di Indonesia yang paling berpengaruh hingga saat ini. Bersama sahabatnya, yakni Petrus Kanisius Ojong, beliau mendirikan harian Kompas yang sampai kini masih merajai media di Indonesia. 

Karier jurnalistik Jakob dimulai saat beliau menjadi seorang redaktur di Mingguan Penabur pada tahun 1956 dan mendirikan majalah Intisari di tahun 1963. Setelahnya beliau mendirikan harian Kompas yang identik dengan istilah jurnalisme kepiting di kalangan jurnalis Indonesia. 

Nah, di atas adalah beberapa tokoh pers di Indonesia yang memiliki banyak sumbangsih terhadap kemajuan pers sampai saat ini. Namun, masih ada banyak tokoh pers lain yang ga kalah keren dan memiliki kontribusi yang besar. 

Mulai dari Goenawan Mohammad, Ayu Utami, P.K Ojong, dan masih banyak lagi. So, kita harus bersyukur kalau sampai saat ini masih bisa menikmati berbagai kemudahan dalam mengakses berita maupun informasi melalui media massa. 

About Post Author

Leave a Comment

Education Template