Es kepal milo yang sudah tidak bisa dikepal?

Es kepal milo yang sudah tidak bisa dikepal?

Sumber Foto : Zulfikar Sy

Makanan yang sempat menjadi populer atau hitz pada jamannya ini, sangat diburu oleh banyak orang sampai ada yang rela mengantri dengan antrian yang panjang.  Hal ini membuat para pembisnis menjadi peluang untuk membuka usaha, dari yang hanya memerlukan modal yang tergolong kecil serta proses pembuatannya cukup mudah yang terbuat dari bahan serutan es batu. Kemudian dibentuk bulat dengan dikepal menggunakan alat pembentuk bulatan atau banyak juga yang menggunakan mangkok, setelah itu dikasih milo cair yang seperti kental manis dan topping diatasnya. Alhasil orang pada menyebutnya dengan nama es kepal milo karena dari proses pembuatan yang dikepal itu serta memakai brand dari milo. 

Seiring berjalannya waktu es kepal milo ini cepat meredup, banyak penjual yang bertebaran di samping-samping jalan perlahan mulai menutup jualannya karena merasa tersingkir dengan penjual lain yang memiliki rasa lebih enak dan dibandrol dengan harga yang lebih murah. Memang banyak pakar bisnis yang bilang bahwa makanan atau minuman kekinian banyak yang tidak bertahan lama, tetapi jika ada yang bertahan lama karena adanya faktor inovasi dari penjual atau daya saing yang minim.

Pernah dulu saya menanyakan kepada penjual es kepal milo yang saya beli pada baru awal-awal muncul ada di Jogja:

Saya : Mba dalam sehari ini bisa jual berapa mangkok?

Penjual : Ga nentu mas tapi biasanya sehari bisa habis hampir 80 mangkok.

Oke…bisa dihitung omsetnya jika harga 1 mangkok saja mencapai 12.000 – 15.000 berarti sehari mendapatkan kisaran Rp 900.000 – 1.200.000, menurut saya ini merupakan bisnis yang bagus untuk dijalankan. Setelah 2 bulan kemudian, saya lewat ke tempat penjual es milo yang saya tanyakan itu, ternyata dia sudah ganti jualan yang lain. Memang awalnya menguntungkan tapi balik lagi ke perkataan pakar bisnis atau memang orang sudah banyak yang malas dengan es kepal milo?.

Share

Leave a Reply