Akhirnya Ketemu Pak Habibie

Akhirnya Ketemu Pak Habibie

Sewaktu saya menjadi anak-anak, saya seringkali diceritakan tentang kehebatan Presiden RI ketiga yaitu Bapak B.J Habibie. Karena waktu itu saya sangat suka dengan pelajaran Matematika dan IPA, saya ingin sekali menjadi ilmuwan seperti beliau. Menemukan sesuatu yang bermanfaat untuk banyak orang. Kekaguman saya semakin bertambah ketika saya membaca tentang Pak Amien Rais yang berkunjung ke rumah Pak Habibie di Jerman. Di sana diceritakan betapa canggihnya rumah Pak Habibie di Jerman. Saya jadi ingin sekali pergi ke Jerman.

Saat SMA pun, ketika akan memutuskan untuk kuliah dimana, saya memutuskan untuk kuliah di tempat Pak Habibie pernah menimba ilmu, yaitu di Institut Teknologi Bandung. Dengan harapan, nantinya saya dapat melanjutkan sekolah di Jerman. Ketika kuliah di ITB, saya berharap sekali ada seminar yang menghadirkan Pak Habibie. Saya ingin sekali bertemu dengan beliau. Karena dari yang saya tahu sebelumnya, ITB pernah mengundang Pak Habibie mengisi seminar. Namun sayangnya, hingga saya lulus dari ITB, tidak pernah ada kesempatan bertemu dengan beliau.

Setelah lulus dari ITB, akhirnya saya memutuskan untuk menjalankan sekolah magister saya ke Jerman. Impian saya bertemu pak Habibie belum juga terwujud saat awal-awal kuliah di Jerman. Awalnya saya kira Pak Habibie tinggal di Hamburg, tapi ternyata sudah lama beliau tinggal di Munich, tempat saya menimba ilmu. Bahkan Ibu Ainun juga meninggal di kota Munich. Saya dengar dari beberapa senior orang Indonesia yang cukup dekat dengan beliau, biarpun sekarang Pak Habibie tinggal di Jakarta, terkadang beliau suka ke Munich untuk pemeriksaan kesehatan.

Hingga di musim gugur tahun 2018, saya yang perlu kabel untuk sambungan internet, pergi ke Saturn, salah satu toko elektronik di kota Munich. Ketika menaiki ekskalator, saya mendengar dua orang di depan saya berbicara bahasa Indonesia. Dengan topinya yang khas, saya langsung tahu itu Pak Habibie. It was surprised!! Saya sangat kaget sekaligus senang (Deg deg an sekali saat itu) kemudian saya langsung menyapa beliau, “Pak Habibie?”. Pak Habibie dan asistennya terlihat kaget karena tiba-tiba disapa, oleh orang Indonesia pula haha. Sesampainya di ujung ekskalator, saya langsung berbincang-bincang dengan Pak Habibie. 

Beliau bertanya saya sedang apa di Munich dan setelahnya mendo’akan kelancaran studi saya. Ternyata beliau orangnya sangat ramah. Tidak lupa saya meminta tolong kepada asistennya untuk difoto berdua sama Pak Habibie. Setelah berfoto saya langsung pamit karena khawatir mengganggu Pak Habibie yang mungkin mau membeli sesuatu di Saturn.

Masya Allah!! Setelahnya pun saya masih terpana, tidak pernah menyangka bisa bertemu dengan idola saya dari kecil secara tidak sengaja. Di Jerman pula!! Maka nikmat Tuhanmu yang mana yang kau dustakan? Terimakasih Pak Habibie karena selalu memberikan inspirasi untuk saya dan masyarakat Indonesia.

 

One thought on “Akhirnya Ketemu Pak Habibie

Leave a Reply