Mengenal Indonesia

Ekspresi Melalui Tulisan

Respon Indonesia terhadap Normalisasi Hubungan Negara-Negara di Timur Tengah dengan Israel

     Baru-baru ini, empat negara di Timur Tengah, yaitu Bahrain, Uni Emirat Arab, Sudan, dan Moroko melakukan normalisasi hubungan dengan Israel. Beberapa pihak khawatir terkait perubahan kebijakan tersebut. Bahkan, Negara Zionis itu juga ingin mulai menggandeng Indonesia. Namun, Indonesia konsisten untuk tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel sampai kemerdekaan Palestina benar-benar terealisasi. Hal tersebut, disambut baik oleh Mahmoud Abbas selaku Presiden Palestina. Abbas mengapresiasi sikap Indonesia yang konsisten mendukung perjuangan Palestina dan komitmen untuk mendukung perdamaian Palestina.

    Dalam panggilan telepon, Presiden Joko Widodo meyakinkan Abbas bahwa Indonesia tetap berpegang teguh untuk mendukung perdamaian di Palestina. Jokowi menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara Muslim terbesar di dunia yang akan terus mendukung tercapainya perdamaian Palestina, bahkan Indonesia akan berperan dan berkontribusi lebih besar lagi dalam bidang ini. Retno Marsudi selaku Menteri Luar Negeri Republik Indonesia juga menyatakan bahwa Indonesia konsisten dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Bahkan, menurut beliau bahwa Indonesia tidak memiliki niat untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Beliau juga mengatakan bahwa dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina berdasarkan two-state solution dan parameter internasional secara konsisten dijalankan (Aini 2020).

 

     Meskipun demikian, Benjamin Netanyahu selaku Perdana Menteri Israel menyatakan bahwa Israel tetap menyimpan minat untuk menjalin hubungan dengan Indonesia secara formal. Saat ini, Indonesia dan Israel telah menjalin kerjasama dagang skala kecil dan pariwisata. Perwakilan masing-masing negara menerbitkan visa kunjungan di negara ketiga. Selain itu, Israel juga menjalin kerjasama dengan Indonesia pada sektor farmasi dan medis, kesehatan publik, dan berbagai jenis teknologi, sektor energi terbarukan (renewable energy), pendidikan, dan inovasi.


Baca juga : Penguasaan PT Freeport di Indonesia

 

     Pemerintah Indonesia juga mengetahui bahwa puluhan ribu warganya setiap tahun mengunjungi Israel, baik peziarah umat Muslim maupun Kristiani. Pelajar Indonesia mengunjungi Israel untuk belajar agrikultur dan sektor lainnya. Menurut Duta besar Israel untuk Singapura, Israel sangat senang berbagi pengetahuan terkait agrikultur modern dengan pelajar Indonesia. Menurutnya warga Israel juga berhak untuk memepelajari keberagaman kebudayaan Indonesia yang kaya dan indah, serta mengenal lebih jauh tentang Indonesia.

 

     Sagi Karni selaku Duta Besar Israel untuk Singapura menjelaskan bahwa normalisasi relasi Bahrain dan Uni Emirat Arab dengan Israel menjadi bukti bahwa negara-negara Arab mulai membuka kepentingan bersama. Menurutnya menjalin hubungan bersahabat dengan negara lain merupakan win-win solution. Dengan demikian, negara dapat memiliki kemajuan ekonomi lebih baik, berkontribusi terhadap ekonomi, dan meningkatkan stabilitas di Kawasan (CNN 2020).

 

     DR Effendi Simbolon selaku Politikus Senior PDI Perjuangan menyatakan bahwa dua negara Arab yang menjalin relasi dengan Israel memberi harapan bagi terciptanya perdamaian di Timur Tengah. Hal tersebut menjadi “angin segar” bagi Indonesia. Namun, tidak mengubah kebijakan Indonesia untuk terus menghormati perjuangan rakyat Palestina mencapai kemerdekaan dalam waktu dekat. Menurutnya, Indonesia memiliki ikatan kesetiaan dengan Palestina. Eksistensi latar belakang yang panjang, tatanan bangsa yang terdiri dari beberapa suku-suku, dan agama yang membuat Indonesia sangat menjunjung tinggi perjuangan raykat Palestina.

 

Baca juga : Perusahaan Besar Asli Milik indonesia

 

       Palestina sendiri mencemooh kesepakatan damai Bahrain dan Uni Emirat Arab dengan Israel. Kemudian, Palestina menyeru agar negara-negara lain untuk tidak mengikuti jejak dua negara tersebut. Menurut Palestina bahwa perjanjian kedua negara tersebut tidak akan menciptakan perdamaian di kawasan. Perdamaian akan dicapai jika AS dan Israel mengakui hak Palestina mendirikan negara dengan batas-batas sesuai tahun 1967 dan Yerusalem Timur sebagai ibukota.

 

     Dr. Ryantori selaku Direktur Eksekutif Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES) menyatakan bahwa normalisasi relasi antara antarnegara bisa terjadi dengan konsep national interest. Konflik dan kerjasama dalam hubungan internasional kontemporer tidak harus ditempatkan secara diametral.

 

      Secara total, terdapat 30 negara yang tidak mengakui Israel dari 193 anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mereka utamanya dalah negara-negara di Timur Tengah dengan mayoritas penduduk Muslim, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Pakistan yang tergabung dalam organisasi Kerjasama Islam (OKI) (Bonasir 2020).