Perubahan Tanggal Merah 2021 : Libur Nasional dan Libur Natal

Perubahan Tanggal Merah 2021 : Libur Nasional dan Libur Natal

Perubahan Tanggal Merah 2021 melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengumumkan bahwa pemerintah mengubah hari libur nasional dan menghapus cuti bersama Natal 2021 dan. Berikut penjelasan lengkapnya.

Perubahan Tanggal Merah 2021, Pemerintah Ubah Libur Nasional dan Hapus Cuti Natal

Pemerintah memutuskan untuk mengubah libur nasional dan menghapus cuti bersama Natal 2021, dua hari libur nasional yang dimaksud adalah libur Tahun Baru Islam 1443 Hijriah dan libur Maulid Nabi Muhammad SAW. Berikut perubahannya:

  1. Libur Tahun Baru Islam 1443 Hijriah pada hari Selasa, 10 Agustus 2021 diubah menjadi hari Rabu, 11 Agustus 2021.
  2. Libur Maulid Nabi Muhammad SAW hari Selasa, 19 Oktober 2021 diganti menjadi hari Rabu , 20 Oktober 2021.
  3. Libur cuti bersama Natal 2021 yang jatuh pada tanggal 24 Desember 2021 ditiadakan.

Sementara itu untuk libur Hari Raya Idul Adha tetap pada hari Selasa, 20 Juli 2021.

Perubahan Tanggal Merah 2021, Berikut Beberapa Alasannya :

1. Mencegah Penyebaran Covid

Perubahan Tnggal Merah Covid 19
Foto: radardepok.com

Hal ini disebabkan karena terus adanya peningkatan kasus harian Covid-19 di Indonesia. Sejak awal Juni 2021, tren kenaikan Covid-19 di Indonesia terus mengalami kenaikan yang signifikan hingga saat ini. Jika melihat data statistik yang dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bentuk grafiknya terus meningkat. Bahkan kasus harian covid saat ini mencapai lebih dari 12 ribu kasus perhari. Mengerikan!

Baca juga: Kampus Mengajar Angkatan 2 Telah Dibuka, Simak Persyaratannya!

2. Diperkirakan Kasus Covid Meningkat Setelah Idul Adha

Perubahan Tanggal Merah kurban
Foto: cnnindonesia.com

masyarakat muslim di Indonesia akan merayakan Hari Raya Idul Adha tepatnya 20 Juli 2021. Biasanya masyarakat banyak melakukan kegiatan pada hari itu, mulai dari salat id, menyembelih hewan kurban, hingga mungkin liburan.

Seperti ketika Hari Raya Idul Fitri beberapa bulan yang lalu, masyarakat masih antusias untuk melakukan shalat id secara berjamaah di masjid hingga lapangan terbuka. Dengan begitu, tentunya kesempatan untuk berkerumun menjadi semakin besar. Meski masyarakat sudah mematuhi protokol kesehatan, seperti ketika shalat, sebagian sudah mengatur jarak dan menggunakan masker. Namun, bagaimana dengan pintu masuk? Tempat wudhu? Dan tempat lainnya di masjid yang dapat diakses oleh banyak orang.

Rasanya, pemerintah juga perlu selektif dalam memberikan izin untuk kegiatan yang berpeluang meningkatkan kerumunan. Khususnya bagi beberapa zona merah yang saat ini terus menyumbang besar angka kasus harian covid. Juga, informasi tersebut harus disampaikan dengan baik kepada masyarakat agar tidak menimbulkan miskomunikasi.

Baca juga: Virtual Tourism Sebagai Solusi Wisata Ramah Lingkungan

3. Tanggal Merah yang Berujung Liburan Wara- Wiri

Foto: travel.kompas.com

Bagi mereka yang sudah merencanakan bepergian, kenaikan kasus dirasa menjadi alasan yang cukup untuk menata ulang rencana liburannya. Akan mengecewakan, tetapi tetap diam di rumah menjadi solusi yang paling baik. Namun, masih banyak masyarakat yang akan tetap pergi liburan di tanggal merah ini dengan embel-embel tetap menjaga protokol kesehatan.

Hal ini sering terjadi setiap tanggal merah, jalan menuju tempat wisata tak pernah sepi. Tempat nongkrong dan ngopi ramai kembali, Puncak Bogor dipadati pengunjung. Destinasi wisata sudah banyak yang dibuka kembali tanpa menerapkan protokol kesehatan yang layak.

Betul, roda ekonomi tetap perlu berputar. Pengurangan tenaga kerja yang berdampak pada meningkatnya jumlah pengangguran perlu dihentikan. Namun, hal ini juga perlu dibarengi dengan pemenuhan protokol kesehatan di tempat wisata yang layak. Aturannya pun harus tegas ditegakkan, bukan hanya dipasang di spanduk ukuran besar saja.

Hal yang paling ditakuti ketika pergi berlibur saat pandemi adalah ‘bagaimana jika bertemu dengan orang tanpa gejala (OTG)?’ atau ‘bagaimana jika kamu OTG dan menularkannya kepada orang lain?’. Menurut dr. Ivan Adrian M, MKKK dalam program gelar wicara di kanal YouTube BNPB Indonesia, bahwa OTG lebih berbahaya karena seseorang tidak dapat mengetahui bahwa ia terinfeksi covid karena tidak merasakan suatu gejala. Bisa saja dengan overconfidence , pergi kesana kemari tanpa mengetahui dirinya telah terinfeksi.

Sangat sulit mengendalikan laju pertumbuhan Covid-19 di Indonesia jika bukan dari kesadaran diri sendiri yang tergerak untuk menahan diri dan taat protokol kesehatan. Sudah adanya program vaksinasi bukan berarti kita dapat liburan wara-wiri saat ini. Yuk, tahan sedikit lagi dan kita akan terbebas dari jeruji pandemi.

Bibliography

CNN Indonesia. (2021, June 18). Perubahan Tanggal Merah Libur dan Cuti Bersama 2021. Retrieved June 21,2021, from https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210618150207-20-656263/perubahan-tanggal-merah-libur-dan-cuti-bersama-2021

Detik.com. (2021, June 19). 3 Perubahan Terbaru Tanggal Merah di 2021. Retrieved June 21,2021, from https://news.detik.com/berita/d-5611962/3-perubahan-terbaru-tanggal-merah-di-2021

Redaksi Ayobandung.com. (2021, June 19). Perubahan Hari Libur dan Cuti Bersama 2021, Ini Daftar Tanggal Merah 2021 Terbaru, from ayobandung.com

Leave a Reply