Mengenal Indonesia

Gedung Sate sejarah Kota Bandung

Mengenal Sejarah Kota Bandung! Lekat dengan Sosok Daendels

Share this :
Gedung Sate sejarah Kota Bandung
sumber : instagram.com/bandung.banget

Menengok sejarah Kota Bandung, memang tidak ada habisnya. Kota berjuluk Paris Van Java memiliki beragam kisah mendalam di masa lalu.

Kisah sejarah Kota Bandung pun tak lepas dari sosok William Herman Daendels.

Ya, politikus Belanda yang kala itu bertugas memperkuat pertahanan Belanda di Jawa sebagai basis melawan Inggris yang kala itu berkuasa di India.

Selain itu, Daendels juga bertugas memperbaiki nasib rakyat Indonesia akibat tindakan-tindakan yang dilakukan VOC.

Namun, faktanya kepemimpinan Daendels justru bertolak belakang dengan tujuannya dan harapan rakyat pribumi.

Disisi lain, William Herman Daendels atau yang kerap disapa Daendels ini disebut-sebut sebagai tombak sejarah berkembangnya Kota Bandung.

Lantas seperti apa sih kepemimpinan Daendels? Kok bisa disebut tombak sejarah berkembangnya Bandung.

Bandung Jaman Belanda : Begini Kepemimpinan Daendels

Sejak tahun 1800-an, Bandung berada di bawah komando Pemerintahan Hindia Belanda. Saat itu gubernur jenderal dijabat oleh Daendels.

Daendels terkenal diktator dalam memimpin wilayahnya. Bahkan ia tak segan memperbudak pribumi. Faktanya, pribumi dipekerjakan dengan sistem kerja rodi.

Kerja rodi merupakan suatu jenis kerja paksa yang diterapkan kolonial Belanda kepada rakyat Indonesia. Kebijakan ini diterapkan selama tiga tahun terhitung sejak 1808 hingga 1811.

Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, kerja rodi bertujuan untuk membangun infrastruktur demi menunjang pergerakan ekonomi maupun militer.

Kala itu pribumi dipaksa mengerjakan proyeknya ‘membangun jalan di sepanjang Anyer Jawa Barat hingga Panarukan Jawa Timur’ yang panjangnya mencapai 1000 km.

Jalan tersebut dinamakan Jalan Raya Pos (De Grote Postweg) atau sekarang lebih dikenal dengan nama Jalan Daendels. Sebagian besar jalan tersebut menyusuri bagian utara Jawa.

Namun, khusus di Jawa bagian barat, dari Mester Cornelis–Jatinegara–, Jalan Raya Pos berbelok ke selatan menembus Puncak, melewati Bandung, lalu berbelok lagi ke arah utara melewati Sumedang dan tembus ke Cirebon.

Selanjutnya, De Groote Postweg menyusuri kota-kota di utara Jawa hingga berakhir di Panarukan, Jawa Timur.

Masyarakat pribumi yang bekerja dengan baik ataupun tidak, tetap mendapat siksaan darinya. Konon, pembangunan Jalan Raya Anyer-Panarukan telah memakan korban hingga 12.000 jiwa.

Dibalik kediktatorannya, tidak bisa dipungkiri Daendels menoreh jasa bagi Bandung. Jasa William Herman Daendels bagi Kota Bandung dapat dilihat dari:

Pertama, usaha Daendels membuat Jalan Raya Pos (De Grote Postweg) dari Anyer, Jawa Barat hingga ke Panarukan, Jawa Timur kini mempermudah mobilitas masyarakat Bandung bahkan luar Bandung.

Jalan yang dibangun Daendels itu, kini di Bandung dikenal dengan nama Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Asia Afrika, Jalan Ahmad Yani.

Kedua, peran Daendels dalam mempercepat pemindahan Ibu Kota Kabupaten Bandung dan pembentukan Kota Bandung.

Dibangunnya Jalan Raya Pos, membuat Ibu Kota Kabupaten Bandung berpindah tempat.

Semula ibu kota berada di daerah Krapyak (saat ini bernama Dayeuhkolot).

Suatu ketika Bupati Bandung ke-6, R.A Wiranatakusumah II, berinisiatif untuk memindahkan pusat kota di sekitar Jalan Raya Pos.

R.A Wiranatakusumah II pun menemukan lahan kosong berupa hutan yang nantinya ditargetkan menjadi pusat kota, yakni di sekitar tepian Sungai Cikapundung.

Akhirnya, ibu kota pun dipindahkan ke tepi barat Sungai Cikapundung. Tepatnya di tepi selatan Jalan Raya Pos yang kini menjadi pusat Kota Bandung.

Ide R.A Wiranatakusumah II tercuat lantaran lokasi pusat pemerintahan saat itu tidak strategis dan sering dilanda banjir.

Disisi lain konon, Daendels juga sempat menyurati R.A Wiranatakusumah II agar memindahkan ibu kotanya. Surat perintah itu diturunkan pada 25 Mei 1810.

Daendels berencana memindahkan Ibu Kota Kabupaten Bandung ke Cikapundung, mendekati Jalan Raya Pos. Tujuannya agar pemerintah kolonial lebih mudah menyambangi kantor pemerintahan setempat.

Ternyata, R.A Wiranatakusumah II telah merencanakan pemindahan ibu kota ke Cikapundung jauh sebelum surat perintah Daendels turun.

Namun, kala itu Daendels tidak mengetahui rencana R.A Wiranatakusumah II.

Jadi, jika ditanya siapa pendiri Kota Bandung? Bupati Bandung R.A. Wiranatakusumah II lah yang memprakarsai berdirinya Kota Bandung, bukan Daendels.

Saat itu Daendels berperan dalam mempercepat pembangunan di Kota Bandung.

BACA JUGA : Wisata Lembang Bandung! Wisata Anak Muda Instagramable Ada Ala Santorini

Kapan Hari Jadi Kota Bandung?

Merujuk laman resmi Kota Bandung bertajuk ‘Sejarah Kota Bandung’, hari jadi Kota Bandung dipatenkan pada 25 September 1810.

Tanggal itu ditetapkan empat bulan setelah turunnya surat perintah Daendels kepada R.A Wiranatakusumah II untuk memindahkan Ibu Kota Kabupaten Bandung.

Kemudian, 1 April 1906, Gubernur Jenderal J.B. van Heutz menetapkan status Kota Bandung menjadi Gemeente (Pemerintah Kota).

Saat itu kantor pemerintahan berada di rumah bekas asisten Residen Priangan, Andries de Wilde.

Sejak itulah Kota Bandung resmi lepas dari Kabupaten Bandung walaupun Ibu Kota Kabupaten Bandung masih terletak di Kota Bandung.

Keistimewaan Kota Bandung

Bergeser dari cerita keberadaan Daendels di Kota Bandung. Kali ini berbicara tentang keistimewaan Kota Paris Van Java.

Berbicara mengenai keistimewaannya, Kota Bandung merupakan salah satu kota yang menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Indonesia dan dunia.

Selain itu, Kota Paris Van Java juga memiliki keistimewaan di bidang seni dan lainnya. Berikut keistimewaan Kota Bandung yang tak banyak orang tau.

Sebagai Tuan Rumah Konferensi Asia Afrika 1955

Pada tahun 1955, Bandung menjadi saksi bangkitnya negara-negara dunia ketiga dalam melawan kolonialisme dan hegemoni Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Bandung berkesempatan menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA).

Kala itu, kegiatan KAA diselenggarakan di Gedung Merdeka. Tepatnya di Jalan Asia-Afrika, Bandung.

Menjadi Kota Film

Citra Bandung sebagai Kota Film sudah dimulai sejak 1926.

Banyak sineas yang menggunakan latar Bandung dalam ceritanya, mulai Lutung Kasarung, Jomblo, From Bandung with Love, The Tarix Jabrix, Heart, serta Dilan 1990 dan Dilan 1991.

Bahkan setiap tahunnya, rutin diadakan acara Festival Film Bandung.

Surganya Fashion

Jika Prancis punya Paris, Indonesia punya Bandung.

Kota berjuluk Paris Van Java ini menjadi rumah produksi beberapa fashion ternama dunia seperti Calvin Klein dan Hugo Boss.

Merek busana yang terkenal seperti Ouval Research, Maternal Disaster, dan Mischief Denim pun dimulai dari sini.

BACA JUGA : Bandung Juga Surganya Kuliner Loh, Murah! Yuk Kepoin

Julukan Kota Bandung Beragam

Jika ditanya apa julukan Kota Bandung, kira-kira sobat MI akan jawab apa?

Sobat MI perlu tau, ada 4 julukan Kota Bandung yang cukup terkenal di Indonesia yaitu City of Heritage, Paris Van Java, Kota Kembang, dan Bandung Lautan Api. Berikut ulasannya.

Dijuluki ‘City of Heritage’ karena Bandung kaya akan tempat wisata bertema sejarah. Contohnya Museum Konferensi Asia Afrika.

Julukan Paris Van Java’ disematkan lantaran Kota Bandung menjadi pusatnya fashion pulau Jawa layaknya Paris. Jalan Braga yang menjadi salah satu ikon Bandung merupakan pusat perekonomian. Beberapa toko di sana menjual berbagai jenis pakaian yang diimpor dari Paris, Prancis.

Selain itu, arsitektur bangunan di sana mirip dengan bangunan ala Eropa.

Julukan Kota Bandung sebagai ‘Bandung Lautan Api’ sangat melekat bagi masyarakat di sana. Hal tersebut dikarenakan 24 Maret 1946 silam, Kota Bandung dibakar oleh warganya sendiri hingga hangus tak tersisa.

Warga tak rela jika Bandung tetap dijadikan markas sekutu. Oleh karena itu, sekitar 2.000 warga Bandung dengan sukarela membakar rumahnya.

Aksi heroik tersebut menjadi bukti perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah. Dari peristiwa itulah Bandung dikenal dengan ‘Bandung Lautan Api’.

Dulu, mencari kembang (bunga) di Kota Bandung adalah hal yang mudah. Hampir di setiap taman, tumbuh bunga lebat nan cantik. Lantas, tak heran jika kota ini dijuluki sebagai ‘Kota Kembang’.

Itulah sederet fakta sejarah Kota Bandung yang sobat MI perlu tau. Meskipun Daendels tercap sebagai pimpinan Hindia Belanda yang diktator, tetapi jalan yang diprakarsainya memudahkan mobilitas kita semua saat ini.

Dibalik masa lalunya yang pelik, Kota Bandung memiliki keistimewaan dalam segala hal mulai saksi bisu peradaban Indonesia dan dunia hingga keistimewaan terhadap seni.

Jangan lupa untuk terus membaca postingan kita ya sobat MI. Caranya gampang kok dengan klik di sini. Rasakan manfaat, keasikan, dan keseruan mengenal indonesia melalui postingan di website dan akun sosial media Mengenal Indonesia.

Share this :

Leave a Comment