Mengenal Indonesia

makanan khas makassar konro

14 Makanan Khas Makassar, Nikmatnya Cita Rasa Kuliner Sulawesi Selatan!

Share this :

Halo Sobat MI! Aga Kareba? Hayo, ada yang bisa tebak gak itu bahasa apa? Yap, itu adalah bahasa Makassar yang artinya “apa kabar?”. Siapa sih yang gak tau kota Makassar atau kota Daeng yang merupakan ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan. Seperti kota-kota lainnya, Makassar juga memiliki beragam kuliner menarik. Mungkin makanan khas Makassar seperti coto dan es pisang ijo sudah sangat populer,tapi kayaknya masih banyak nih kuliner lain yang belum Sobat MI tau.

Penasaran? Inilah beberapa makanan khas Makassar yang wajib Sobat MI coba kalau lagi liburan ke Makassar. Ada makanan berat sampai kudapan segar, lengkap banget!

1. Coto Makassar

makanan khas makassar coto makassar
Sumber : instagram.com/coto_makassar_nyamanna

Siapa sih yang tidak tau makanan khas Sulawesi Selatan yang satu ini? Coto Makassar adalah salah satu kuliner Makassar yang sangat terkenal. Sobat MI tidak perlu jauh-jauh pergi ke Makassar untuk menyantap Coto Makassar, sekarang sudah banyak warung makan khas Sulawesi Selatan di selur kota di Indonesia. 

Coto makassar atau coto mangkasara terbuat dari daging sandung lamur dan jeroan sapi seperti lidah, otak, limpa, paru, hati, jantung dan babat. Jeroan harus dibersihkan dua kali agar tidak amis. Kemudian daging dan jeroan direbus dalam waktu yang cukup lama. Rebusan tersebut kemudian diiris-iris dan dibumbui dengan jintan, bawang putih, serta ketumbar. Kuahnya yang bening dan gurih terbuat dari kaldu sapi. Coto biasanya dinikmati dengan ketupat atau buras.

Uniknya lagi, sambal yang digunakan untuk Coto Makassar bukanlah sambal soto biasa yang terbuat dari cabai rawit, melainkan sambal tauco yang memiliki rasa dan aroma yang kuat. Campuran coto Makassar dan tauco memiliki rasa yang pedas, gurih dan sedikit manis. Enak banget deh pokoknya!

Tidak hanya lezat, coto Makassar ternyata memiliki sejarah yang panjang, lho. Bagaimana tidak? Hidangan ini sudah ada sejak zaman kerajaan Gowa yang berpusat di Sombaopu sekitar 1538 Masehi. Menurut sejarah, coto Makassar dibuat dan diciptakan oleh rakyat jelata untuk dihidangkan kepada para petinggi atau kalangan istana kerajaan Gowa.

BACA JUGA : Ternyata Makanan Indonesia Sudah Banyak yang Mendunia. Yuk, Kepoin!

2. Sop Saudara

makanan khas makassar sop sodara
Sumber : cookpad.com/Nining zainal

Masih bersama hidangan berkuah dari Sulawesi Selatan, makanan khas Makassar ini memiliki nama yang lucu sekaligus bikin heran, namanya sop saudara. Hampir sama dengan coto Makassar, sop saudara menggunakan daging sapi sebagai bahan baku utama, yang membedakan keduanya adalah kuahnya. Sop saudara ada tambahan bihun dan perkedel dalam kuahnya. Untuk menambah cita rasa manis, biasanya penjual menambahkan susu pada kuah sop saudara.

Sop saudara juga memiliki sejarah unik sendiri. Berawal dari seorang laki-laki bernama Haji Dollahi, yang saat itu bekerja sebagai pelayan restoran sop daging milik Haji Subair. Saat itu, tempat makan tersebut sangat terkenal di kalangan orang Makassar. Haji Subair dan Haji Dollahi bukan berasal dari Makassar, melainkan dari Pangkep. Setelah bertahun-tahun bekerja sebagai pelayan, Haji Dollahi ingin membuat restoran sendiri, kemudian restoran tersebut yang menyajikan sop saudara untuk pertama kali. SOP sendiri adalah akronim dari Saya Orang Pangkep, Saudara!

3. Konro

makanan khas makassar konro
Sumber : instagram.com/sopkonromarannu

Kuliner Makassar lainnya yang bertema adalah sop konro. Nama makanan khas Makassar yang satu ini sepertinya sudah terkenal dimana-mana. Sebenarnya, ada 2 cara untuk menikmati konro, yaitu dibakar atau dibuat sup. Namun, konro bakar baru muncul pada awal tahun 2000-an. Cara masaknya sama seperti steak, tapi tetap menggunakan bumbu khas Makassar. Sop konro lebih terasa tradisional karena konon sudah ada sejak tahun 1968.

Nama ‘konro’ sendiri berasal dari bahasa Bugis yang artinya ‘sapi’. Hidangan ini memang menggunakan iga sapi sebagai bahan baku utama. Dilansir Tribun News Wiki, dulu bahan utama sop konro adalah daging kerbau. Di Sulawesi, kerbau dianggap hewan penting dan daging kerbau sering dihidangkan dalam acara-acara penting. Barulah di awal tahun 90-an, masyarakat Makassar menggunakan sapi untuk membuat konro. 

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat sop konro adalah bawang merah, bawang putih, kapulaga, kayu manis, cengkeh, lengkuas, daun salam, serai, jahe, jinten, pala dan merica. Namun, ada satu bahan lagi yang unik dan hanya bisa didapatkan di Makassar, yaitu buah pamarrasan. Penambahan buah ini berguna untuk penambah cita rasa dan membuat warna sop lebih cokelat. Sop konro sangat nikmat jika dihidangkan bersama ketupat atau buras.

4. Pallubasa

pallubasa
Sumber : instagram.com/pallubasaserigala

Makanan khas Makassar lainnya adalah Pallubasa. Penamaan makanan ini terdiri dari 2 kata, yaitu “pallu” yang artinya masak/memasak dan “basa” yang berarti basah/kuah. Sama seperti coto Makassar, makanan ini terbuat dari jeroan kerbau atau sapi yang biasanya dibuang, seperti bagian susu sapi, zakar, tulang rawan hingga darah sapi. Maka dari itu, jeroan-jeroan tersebut harus dicuci bersih dan dimasak lama agar bau amisnya hilang.

Berbeda dengan coto Makassar yang dulunya dihidangkan untuk para petinggi istana, Pallubasa lebih banyak dikonsumsi oleh rakyat jelata dan kalangan pekerja kelas bawah. Hal ini dikarenakan pallubasa adalah makanan termurah yang mampu dibeli oleh para pekerja, mengingat semua bahan dalam hidangan tersebut adalah daging dan jeroan yang biasanya dibuang.

Untuk memasak  pallubasa, Sobat MI membutuh cabai merah, ketumbar, kayumanis, jintan, pala, bawang merah dan bawang putih. Kuah pallubasa akan ditambahkan kelapa parut sangrai yang membuat cita rasanya semakin lezat dan kuat. Setelah itu, akan ditambahkan kuning telur mentah diatas kuahnya dan disantap bersama nasi putih hangat.

5. Kapurung

kapurung
Sumber : Shutterstock/Musfirahsergi99

Kapurung merupakan makanan khas suku Bugis, tepatnya di Palopo, Desa Luwu. Namun, kuliner ini sudah terkenal di seluruh Sulawesi Selatan bahkan sampai ke Malaysia juga, lho. Kapurung bisa dengan mudah Sobat MI temukan di warung makan Makassar. Hidangan ini hampir mirip papeda makanan khas Papua yang juga terbuat dari tepung sagu yang disiram dengan kuah ikan kuning.

Selain itu, bisa juga disajikan dengan dengan potongan daging ayam, udang, jantung pisang, kacang-kacangan dan sayur-sayuran. Kuahnya terbuat dari kemiri, cabai, bawang putih, serta patikala yang menimbulkan sensasi rasa asam yang segar. Hidangan ini sangat mudah dicerna dan mengenyangkan, bahkan dulu kapurung pernah dijadikan makanan pokok. Namun, seiring berkembangnya zaman sudah tergantikan oleh nasi. Kuahnya yang hangat sangat cocok dimakan saat cuaca dingin.

BACA JUGA : Makan Makin Lahap Kalau Pakai Sambal Ini!

6. Mi Titi

mie titi
Sumber : cookpad.com/Nini Aarini El-Arif

Kalau Sobat MI berkunjung ke Makassar, belum komplit rasanya jika tidak mencicipi mie titi. Walaupun terlihat seperti hidangan mie biasa, rasa mie titi berbeda dari mie lainnya. Selain itu, makanan khas makassar ini juga punya sejarah yang menarik. Dilansir Earlly, sejarah mie titi berawal dari penjual chinese food terkenal di Makassar pada tahun 70an bernama Ang Kho Tjao. 

Ang Kho Tjao mewariskan resep mie pada ketiga anaknya yang bernama Hengky, ‘Awa dan Titi, mereka mulai membuka usahanya sendiri-sendiri. Setelah Ang Kho Tjao meninggal, bisnis mie tersebut dilanjutkan oleh ketiga anaknya. Maka dari itu, ada 4 hidangan mie Kering di Makassar yang terkenal, yaitu mie Titi, mie Awa, mie Hengky, dan mie Anto. Namun yang paling terkenal di Makassar dan nusantara adalah mie Titi. Kuliner tersebut kemudian mulai berkembang pada tahun 1970an.

Mie titi disajikan dalam keadaan kering, maka dari itu hidangan ini juga dikenal dengan mie kering.  Gurihnya mie titi kemudian disiram dengan kuah kental yang terbuat dari Mie titi yang gurih  disirami kuah kental yang dibuat dari telur dan tepung maizena. Bisa juga ditambahkan dengan hati ayam, jamur, sosis, bakso, cumi atau sayur. Bumbunya juga sangat mudah ditemukan didapur, yaitu bawang putih, penyedap rasa, tepung maizena dan garam. Wah, bisa dibuat sendiri dirumah nih Sobat MI!

7. Bebek Palekko

bebek palekko
Sumber : cookpad.com/Roosalita

Sobat MI ada yang suka makanan pedas? Kalau iya, wajib banget cobain makanan khas Makassar yang satu ini, yaitu bebek palekko atau nasu palekko. Kuliner ini adalah khas bugis, terutama di daerah Sidrap dan Pinrang, Sulawesi Selatan.  Nama “palekko” sendiri berarti “tanah liat” dalam bahasa Bugis. Dulunya, hidangan ini memang dimasak di atas kuali tanah liat, namun lama-kelamaan berganti menjadi panci. Bahan baku utama dalam hidangan ini tentunya adalah daging bebek muda, namun bisa juga diganti jadi daging ayam.

Bumbu-bumbunya terdiri dari jahe, serai, bawang merah, bawang putih, cabai serta cuka yang terbuat dari mangga muda, serta jeruk nipis untuk menghilangkan bau amis pada daging bebek. Bumbu tersebut digiling dan dilumuri ke daging bebek dan dibiarkan sampai meresap. Walaupun nama kuliner ini belum sepopuler coto Makassar, cita rasa nasu palekko tidak kalah lezat, apalagi bagi kamu pecinta bebek. 

BACA JUGA : Doyan Pedas? Kamu Pasti Suka Makanan Ini!

8. Jalangkote

jalangkote
Sumber : yummy.co.id/Silvia Jun

Apakah sobat MI ingat dengan anak kecil umur 12 tahun yang di-bully teman-temannya saat menjual Jalangkote? Semenjak berita viral itu, nama jajanan ini semakin dikenal oleh masyarakat. Dilansir Tribun Jateng, nama jalangkote berasal dari kata “jalang” yang artinya jalan dan “kote” yang berarti berteriak. Jajanan ini memang sering dijajakan oleh anak kecil sambil berteriak.  Jalangkote adalah salah satu kuliner Makassar yang cocok disantap kalau kamu ingin ngemil. 

Jalangkote adalah street food yang bisa dengan mudah Sobat MI temukan di pinggir jalan.. Kalau dilihat sekilas, bentuk jalangkote ini seperti pastel. Namun, ternyata ada perbedaan diantara keduanya, lho. Kulit jalangkote lebih tipis dibandingkan kulit pastel. Isiannya hampir sama seperti pastel seperti kentang dan wortel. Hanya saja biasanya ada penambahan tauge dan laksa dan beberapa variasi lainnya seperti daging ayam, sapi ikan dan sayur-sayuran.

9. Songkolo Bagadang

songkolo bagadang
Sumber : cookpad.com/Maya Setiawan

Songkolo bagadang atau sokko adalah salah satu makanan khas Makassar yang terbuat dari beras ketan hitam. Makanan ini biasanya dijual tengah malam, maka dari itu namanya songkolo ‘bagadang’. Sangat cocok untuk dimakan para pekerja yang harus pulang larut malam dan ingin mengisi perutnya.

Setelah makan hidangan ini, dijamin kamu langsung kenyang karena songkolo beras ketan putih atau hitam yang dimasak dengan santan. Lebih lezat lagi jika ditambahkan bajabu atau serundeng, ikan asin kering, telur asin dan sambal khas Makassar. Pokoknya, perpaduan rasa yang pas antara manis, asam, pedas dan gurih. Harga makanan ini juga sangat murah, yaitu sekitar Rp 5 ribu/porsi.

10. Gogoso

Sumber : makassar.sindonews.com/Muchtamir Zaide

Kalau Sobat MI melihat gogoso, mungkin akan mengira makanan ini adalah lemper karena bentuknya mirip. Namun, berbeda dengan lemper, gogoso atau gogos adalah salah satu makanan khas suku bugis yang sangat terkenal di Sulawesi Selatan. Biasanya gogoso dihidangkan saat hari lebaran dan acara keluarga. Sobat MI bisa juga dengan menemukan gogoso di pinggir jalan dan di pantai losari.

Bahan baku gogoso adalah beras ketan putih yang dikukus terlebih dahulu. Kemudian, dibungkus dengan daun pisang muda dan daun pisang tua. Isiannya biasanya berupa campuran daging ikan tongkol, ayam atau abon dengan parutan kelapa yang dibumbui dengan rempah khas Makassar. Setelah dibungkus daun pisang, ujungnya direkatkan menggunakan lidi dan dibakar diatas bara api.

BACA JUGA : Daftar Makanan yang Wajib Kamu Coba Kalau Liburan ke Padang

11. Barongko

barongko
Sumber : makassar.sindonews.com/Muchtamir Zaide

Kali ini kita beralih ke jajanan yang manis dan enak untuk jadi cemilan. Barongko adalah tradisional khas Bugis dari pisang. Nama barongko mempunyai arti barangku mua udoko, artinya barangku sendiri yang kubungkus. Sesuai dengan bentuk kuenya yaitu kue pisang yang dibungkus dengan daun pisang. 

Tidak hanya lezat, masyarakat bugis juga menganggap bahwa barongko memiliki nilai filosofi. Dilansir Telisik, makna dari nama kue ini adalah menjaga harkat dan martabat diri sendiri dan keluarga. Dulunya, barongko dihidangkan dalam acara-acara penting untuk para raja Bugis. Kini, barongko bisa ditemui saat ada pesta seperti sunatan atau syukuran. Bahkan barongko merupakan kue utama dalam acara pernikahan Bugis dan Makassar. 

Untuk membuat barongko cukup mudah. Pertama, pisang yang sudah dihaluskan dicampur dengan santan, gula, garam dan telur. Kemudian dibungkus daun pisang dan dikukus. Barongko telah ditetapkan sebagai salah satu WBTB Indonesia, lho. Rasanya yang manis dan gurih dijamin akan membuat Sobat MI ketagihan!

BACA JUGA : Kami Pilih Onde-onde atau Klepon, nih?

12. Pisang Epe

pisang epe
Sumber : cookpad.com/Azka Layyina

Pisang epe adalah makanan khas Makassar yang tidak bisa dipisahkan dari pantai Losari. Pastinya, jajanan ini sangat terkenal diantara orang-orang Makassar. Nama ‘epe’ artinya ‘jepit’ dalam bahasa Makassar. Sesuai dengan namanya, cara pisang terlebih dahulu dijepit atau dibuat gepeng, kemudian dipanggang di atas bara. Setelah matang, pisang epe diberikan topping gula merah cair.

Biasanya, pisang epe menggunakan gula aren. Namun, semakin berkembangnya zaman, topping pisang epe juga semakin eragam. Mulai dari coklat, keju, milo, saus durian dan topping kekinian lainnya. Harga jajanan ini juga sangat murah yaitu sekitar Rp 6 ribu – Rp 10 ribu/porsi. Camilan ini lebih enak jika dinikmati di pinggir pantai sambil menyesap segelas teh tawar hangat. Kalau bisa, jangan dibawa pulang, agar bisa dimakan saat masih hangat.

13. Es pisang ijo

es pisang ijo
Sumber : cookpad.com/Fitri Sasmaya

Sekarang kita beralih ke hidangan penutup yang seger-seger nih Sobat MI. Kalian pasti sudah bisa tebak hidangan yang sangat terkenal dari Sulawesi Selatan ini, yaitu es pisang ijo. Bukan hanya populer di kota Makassar, kamu dapat dengan mudah menemukan es pisang ijo di kotamu, lho. Bahan baku utama kudapan ini adalah pisang raja, ambon atau kepok. Kemudian, dibalut dengan adonan hijau berupa tepung beras, santan dan air pandan. Lalu disiram dengan sirup DHT khas Makassar dan kental manis. Terakhir, tambahkan es serut atau es batu.

Walaupun dapat ditemukan di seluruh kota di Indonesia, es pisang ijo di Makassar tetap yang terbaik. Karena, jarang sekali yang menyajikan kudapan ini dengan sirup DHT khas Makassar. Harga es pisang ijo juga sangat terjangkau, hanya Rp 8 ribu – Rp 15 ribu saja kamu sudah bisa merasakan segar dan kenyangnya kudapan ini. 

BACA JUGA : Es Ini Pernah Viral Pada Zamannya, Kamu Pernah Beli?

14. Es Palu Butung

es palu butung
Sumber : yummy.co.id/Hana Arnien

Walaupun tidak sepopuler es pisang ijo, kudapan khas Sulawesi Selatan yang satu ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Sebenarnya, es palu butung tidak berbeda jauh dengan es pisang ijo karena sama-sama menggunakan pisang sebagai bahan baku utama. Jenis pisang yang digunakan Pisang kepok matang. 

Es palu butung bisa dibuat hangat untuk menghangatkan perut atau disajikan dingin untuk melepas dahaga, tinggal ditambahkan es serut diatasnya. Kudapan segar ini biasanya dinikmati saat siang atau sore hari, bisa juga disajikan untuk menu berbuka puasa.

BACA JUGA : Cobain Juga Minuman Khas Aceh yang Cocok untuk Menghilangkan Dahaga!

Ternyata banyak banget kan makanan khas Makassar yang masih jarang kita tau. Gak cuman rasanya yang lezar, kuliner Makassar juga memiliki filosofi dan nilai sejarah yang kental. Kira-kira kuliner Makassar apa yang paling bikin kalian penasaran? Coba deh tulis di kolom komentar!

Jangan lupa untuk terus membaca postingan kita ya Sobat MI. Caranya mudah kok. Dengan klik  disini. Rasakan manfaat, keasikan dan keseruan mengenal indonesia melalui postingan di akun social media mengenal indonesia dan website  mengenalindonesia.com.

About Post Author

Leave a Comment

Education Template