Berkenalan Lebih Jauh dengan BMKG, Sang Peramal Cuaca Yuk!

Berkenalan Lebih Jauh dengan BMKG, Sang Peramal Cuaca Yuk!

Singkatan BMKG pasti sudah sering kamu dengar dalam kehidupan sehari-hari, terlebih lagi ketika terjadi musibah di suatu daerah. Lantas, sebenarnya siapa itu BMKG? Pekerjaan apa saja yang dilakukan oleh lembaga tersebut? Serta bagaimana sejarah terbentuknya lembaga tersebut?

BMKG merupakan singkatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Dilansir dari situs resmi bmkg.go.id, lembaga tersebut adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND). Lembaga tersebut menjadi penting bagi masyarakat khususnya di daerah rawan bencana dan juga bagi mereka yang ingin mengetahui ramalan cuaca setiap harinya, cukup dengan menggunakan kata kunci ‘cuaca hari ini’ pada internet, maka situs resmi BMKG akan berada pada jajaran atas. Tak hanya itu, kamu juga dapat mengetahui cuaca pada keesokan harinya dengan menggunakan kata kunci ‘cuaca besok’. Lembaga tersebut bertugas untuk melaksanakan segala arahan pemerintahan di bidang Meteorologi, Klimatologi, Kualitas Udara dan Geofisika sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Beberapa fungsi yang dijalankan untuk melaksanakan tugas tersebut adalah perumusan kebijakan nasional dan kebijakan umum di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika; perumusan kebijakan teknis di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika, koordinasi kebijakan, perencanaan dan program di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika, dan lain sebagainya. 

 

Apa Makna Dibalik Logo BMKG?

Sumber: bmkg.id

Kamu pasti sudah sering melihat logo lembaga yang satu ini kan? Setiap logo pasti memiliki makna dan arti tersendiri, terkadang terselip juga harapan serta tujuan yang merepresentasikan lembaga itu sendiri. Logo BMKG memiliki bentuk lingkaran dengan warna dasar biru, putih dan hijau, di tengah-tengah warna putih terdapat satu garis berwarna abu-abu dengan tulisan BMKG pada bagian bawah.

Logo BMKG sendiri menggambarkan bahwa lembaga ini berupaya semaksimal mungkin dalam menyediakan dan memberikan informasi terkait Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika dengan terus mengaplikasikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini serta dapat berkembang secara dinamis sesuai dengan kemajuan jaman. BMKG adalah lembaga yang selalu berupaya memberikan yang terbaik dan penuh keikhlasan berdasarkan Pancasila untuk bangsa dan tanah air Indonesia.

Bentuk lingkaran pada logo melambangkan institusi yang dinamis, terdapat lima buah garis pada bagian atas yang melambangkan dasar negara Indonesia yaitu Pancasila, terdapat pula sembilan garis pada bagian bawah yang merupakan angka tertinggi ini melambangkan harapan untuk dapat terus maksimal, Gumpalan awan berwarna putih melambangkan meteorologi , sedangkan bidang warna biru bergaris melambangkan klimatologi dan bidang berwarna hijau bergaris patah melambangkan geofisika. Serta satu garis melintang di tengah melambangkan garis khatulistiwa.

 

Lantas, bagaimana kah sejarah terbentuknya BMKG di Indonesia?

Uniknya, sejarah pengamatan meteorologi dan geofisika di Indonesia sendiri telah dimulai sejak tahun 1841, jauh sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945. Dr. Pieter Loth Onnen, seorang Kepala Rumah Sakit di Bogor mengawali pengamatan ini yang beliau lakukan secara perseorangan. Seiring berjalannya waktu, kegiatan pengamatan ini pun kian berkembang sesuai dengan kebutuhan akan data hasil pengamatan cuaca dan juga geofisika.

Di tahun 1866, Pemerintah Hindia Belanda meresmikan kegiatan pengamatan perseorangan tersebut yang kemudian diubah menjadi instansi pemerintah bernama Magnetisch en Meteorologisch Observatorium atau Observatorium Magnetik dan Meteorologi dengan Dr. Bergsma yang ditunjuk sebagai pimpinannya kala itu.

Selanjutnya, sebanyak 74 stasiun pengamatan jaringan penakar hujan dibangun di Jawa pada tahun 1897. Diikuti dengan dimulainya pengamatan gempa bumi pada tahun 1908 yang dilakukan dengan memasang komponen horizontal seismograf Wiechert di Jakarta, sedangkan pemasangan komponen vertikal baru dilaksanakan pada tahun 1928.

Pada masa pendudukan Jepang antara tahun 1942 sampai dengan 1945, nama instansi meteorologi dan geofisika diganti menjadi Kisho Kauso Kusho. Pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, instansi tersebut dipecah menjadi dua yaitu dibentuknya Biro Meteorologi di Yogyakarta yang berada di lingkungan Markas Tertinggi Tentara Rakyat Indonesia khusus untuk melayani kepentingan Angkatan Udara. Dan dibentuk pula Jawatan Meteorologi dan Geofisika di Jakarta, berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Tenaga.

 

Belanda Kembali Merebutnya

Namun, Pemerintah Belanda mengambil alih instansi yang berada di Jakarta, serta mengubah namanya menjadi Meteorologisch en Geofisiche Dienst. Kemudian, pada tahun 1950 Indonesia secara resmi masuk sebagai anggota Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization atau WMO) dan Kepala Jawatan Meteorologi dan Geofisika menjadi Permanent Representative of Indonesia with WMO.

Perubahan nama kembali terjadi pada tahun 1955. Instansi Jawatan Meteorologi dan Geofisika berubah nama menjadi Lembaga Meteorologi dan Geofisika di bawah Departemen Perhubungan. Tak bertahan lama, di tahun 1960 nama instansi tersebut kembali berubah menjadi Jawatan Meteorologi dan Geofisika di bawah Departemen Perhubungan Udara.

 

Perubahan Nama Yang Terus Terjadi

Tak sampai disitu, perubahan nama masih sering terjadi. Pada tahun 1965, namanya diubah menjadi Direktorat Meteorologi dan Geofisika. Kemudian pada tahun 1972, kembali berubah nama menjadi Pusat Meteorologi dan Geofisika. Lalu, status instansi tersebut dinaikkan menjadi setingkat eselon I dengan nama Badan Meteorologi dan Geofisika pada tahun 1980. 

Kemudian pada tahun 2002, dengan keputusan Presiden RI Nomor 46 dan 48 tahun 2002, struktur organisasinya diubah menjadi Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) dengan nama yang sama yaitu Badan Meteorologi dan Geofisika.

 

Nama Tetap BMKG Hingga Saat Ini

Terakhir, melalui Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2008, Badan Meteorologi dan Geofisika berganti nama menjadi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan status tetap sebagai Lembaga Pemerintah Non Departemen. Menyusul pada 1 tahun setelah terbitnya peraturan presiden tersebut, Presiden Republik Indonesia kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono mengesahkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika pada tanggal 1 Oktober 2009.

Nah, itu dia sedikit pengetahuan terkait BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) yang ada di Indonesia. Semoga dapat menambah wawasan kamu ya!

 

Referensi

BMKG. [Online]. Diakses dari: bmkg.go.id

Harbani, Rahma I. 2021, 7 Agustus. Sejarah Berdirinya BMKG Sang Andalan Untuk Info Gempa dan Lainnya. [Online]. Diakses dari: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5673497/sejarah-berdirinya-bmkg-sang-andalan-untuk-info-gempa-dan-lainnya/2

Anastasia, A., Liberti, P. 2021, 11 Februari. Apa Itu BMKG? Ini Penjelasan Tugas dan Sejarahnya. [Online]. Diakses dari: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5371055/apa-itu-bmkg-ini-penjelasan-tugas-dan-sejarahnya

One thought on “Berkenalan Lebih Jauh dengan BMKG, Sang Peramal Cuaca Yuk!

Leave a Reply